Asal muasal makanan ini kurang begitu jelas dari mana tetapi seringkali makanan ini melengkapi sajian makanan pada saat lebaran atau hajatan bagi orang Palembang. Kerap kali jika seorang wanita telah dilamar oleh seorang pria dan telah mendekati masa pernikahan, maka keluarga wanita akan mengantarkan penganan ini kepada keluarga lelaki. Biasanya Srikaya disajikan dalam mangkuk kecil-kecil berdiameter 2,5 sampai dengan 3 cm. Srikaya ini dimakan dengan ketan rebus.